Sejauh ini sangat jarang, kalau bukan belum pernah ada, kajian kritis tentang propaganda tendensius perang melawan terorisme (war on terror atau global war on terrorism). Berbagai telaah akademis maupun populer yang ada sebatas pada tingkat superfisial atau teknikal. Tidak sampai ke hal-hal yang sangat mendasar. Atau mengupas tuntas, asal-muasal ideologi, dan kaitan antara terorisme dan keberadaan institusi negara, dalam sudut pandang skeptis dan kritis. Tetapi Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi melacak sampai ke akar munculnya fenomena terorisme dalam sejarah negara modern dan ideologi yang mendasarinya.

Dengan merujuk kepada kajian seorang penulis besar Russia, Fyodor Dostoevsky yang menelaah terorisme klasik di masa Czar Russia, Shaykh Abdalqadir menunjukkan bahwa terorisme dengan segala tindak-tanduk dan pelakunya "tidak lain dan tidak bukan merupakan hamba loyal yang terhipnotis dari sebuah keadaan yang ingin mereka runtuhkan". Terorisme bukan berada di luar sistem, melainkan bagian dari sistem itu sendiri. Negara kapitalisme yang melahirkan, membesarkan, dan kemudian, menumpas terorisme. Bukan untuk kepentingan lain, tetapi demi keberlangsungannya sendiri.

"Sudahi segala ketidakmengertian tentang Islam. Tegakkan kembali Islam dengan segala kemuliaannya." Shaykh Dr. Abdalqadir as-Sufi

Community content is available under CC-BY-SA unless otherwise noted.